Joko Widodo. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Glx Tangkas - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya mengantisipasi terjadinya gelombang baru Covid-19. Terkait perintah Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah lebih siap menghadapi COVID-19 dibandingkan empat bulan lalu saat varian Delta menyerang Tanah Air.
“Sekarang kesiapan kita saya kira jauh lebih siap dari empat bulan lalu, setelah mengalami terpaan Delta varian ini,” kata Luhut dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/9/2021).
Kunci untuk mencegah gelombang baru adalah mengendalikan kasus sekitar 2.700-3.000
Lebih lanjut, kata Luhut, berdasarkan salah satu kajian dalam laporan ilmiah berjudul “Multiwave pandemic dynamics explained: how to tame the next wave of infectious diseases”, kunci untuk menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus selama masa strolling (ketika kasus rendah).
Dalam kajian tersebut, lanjutnya, jumlah kasus yang disarankan untuk ditahan adalah 10 kasus per sejuta penduduk per hari.
“Atau dalam kasus Indonesia di sekitar 2.700 atau 3 ribuan kasus. Saya yakin kita bisa mengendalikan kasus pada angka tersebut dan kuncinya adalah 3T, 3M, serta penggunaan PeduliLindungi,” jelas Luhut.
Luhut mengklaim positivity rate Indonesia di bawah 2 persen
Selanjutnya, Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan positivity rate di Indonesia juga menurun karena testing yang semakin banyak. Bahkan, dia mengklaim angka kepositifan Indonesia di bawah rata-rata World Health Organization (WHO) sebesar 5 persen.
“Saat ini angka positivity rate Indonesia berada di bawah 2 persen. Hal ini lagi-lagi mengindikasikan penanganan pandemi yang sudah berjalan baik dan sesuai acuan," jelas Luhut.
Luhut mengatakan daerah dengan tracing di bawah 5 persen hanya 36 persen
Koordinator PPKM Jawa-Bali juga mengatakan, jumlah orang yang dilacak setiap hari terus meningkat. Saat ini, kata Luhut, proporsi kabupaten/kota di Jawa-Bali dengan tracing rate di bawah 5 persen hanya 36 persen.
“Ke depan, testing, tracing, dikombinasikan dengan isolasi terpusat menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi secara dini potensi penyebaran kasus COVID-19,” kata Luhut.
Selain itu, pemerintah juga akan terus menggenjot program vaksinasi di kabupaten/kota.
“Namun kinerja beberapa kabupaten/kota masih perlu dikejar untuk mencapai target 70 persen dosis 1, dan terutama 60 persen dosis satu lansia. Kami akan bekerja dengan keras untuk mencapai target tersebut," tambahnya.
0 Comments